3 Tantangan Nyata Bisnis E-Commerce

Menurut sebuah situs bigcommerce.com, penjualan e-commerce atau secara global diperkirakan akan tumbuh menjadi $6,4 triliun pada tahun 2024 mendatang. Pangsa e-commerce dari pasar ritel meningkat sebanyak pada paruh pertama tahun 2020.

Data survei dari McKinsey menunjukkan bahwa bisnis secara global telah mempercepat digitalisasi interaksi pelanggan sekitar tiga tahun. Bahkan, beberapa merek offline dengan toko fisik mulai memasuki dunia belanja online.

Namun, perusahaan e-commerce juga menghadapi tantangan baru saat mereka beradaptasi dengan tren belanja online dan mencoba menciptakan pengalaman berbelanja yang sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Pada artikel ini, kita akan melihat beberapa tantangan umum yang nyata dihadapi oleh pebisnis e-commerce. Mari pertimbangkan beberapa tantangan yang dihadapi bisnis online saat ini. Solusi untuk semua tantangan ini harus dipersiapkan secara matang oleh pebisnis.

  1. Persaingan yang semakin ketat

Banyak pemilik bisnis dan calon pemilik bisnis yang aware bahwa potensi berjualan online seakin meningkat. Kemudian toko baru bermunculan setiap hari, namun masih ada peluang untuk memiliki keunggulan kompetitif.

Kecuali jika kamu menjual sesuatu yang benar-benar unik, kemungkinan kamu akan memiliki lebih sedikit pesaing di luar sana. Kuncinya adalah mencari cara untuk membedakan produk kamu dari pesaing.

Proposisi nilai apa yang ditawarkan produk kamu dibandingkan produk lain di pasar? Atau jika produk yang kamu jual itu mirip dengan yang lain, bagaimana kamu bisa membuat branding menarik atau pengalaman pelanggan menjadi lebih unggul?

  1. Tuntutan untuk memenuhi pesanan secara tepat waktu

Strategi pengiriman dan pemenuhan pesanan yang tepat waktu sangat penting untuk bisnis e-commerce. Bagaimanapun, pengalaman tidak berhenti setelah pelanggan check out saja. Faktanya, pengalaman pengiriman yang buruk dapat membekas di ingatan pembeli. Mereka bisa saja memberikan ulasan yang buruk.

Apa yang kamu jual dan model bisnismu secara keseluruhan akan menginformasikan strategi pemenuhan. Jika kamu dropshippers, kamu kemungkinan akan memiliki pendekatan yang lebih lepas tangan dan pengiriman akan ditangani oleh pihak ketiga.

  1. Menjaga loyalitas pelanggan

Pelanggan terbaik adalah pelanggan yang Bahagia dan kembali untuk membeli lebih banyak produk. Mereka juga bahkan dapat menyebarkan informasi ke teman-teman mereka. Namun, membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan bisa menjadi tantangan, terutama ketika ada begitu banyak pilihan di ujung jari mereka.

Tentu saja, beberapa aspek loyalitas pelanggan akan didasarkan pada produk yang mereka beli. Namun, ada juga hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan. Berikan layanan pelanggan yang baik, membantu membangun kepercayaan pada merek kamu.

Lagi-lagi, jangan lupa bahwa layanan dan pengalaman pelanggan yang positif tidak berhenti setelah checkout saja. Bagian dari menjaga loyalitas pelanggan dan membangun kepercayaan pada toko kamu adalah dengan memberikan layanan terbaik dan mudah bagi pelanggan.

Tiga poin tersebut harus kamu pikirkan solusinya, sebab akan menanti kamu dalam bisnis e-commerce.

Recommended For You

About the Author: Toto Puspoyudo